Tanda-Tanda Bisnis Anda Perlu Memperkuat Pemasaran Online
Memiliki produk yang bagus belum tentu membuat sebuah bisnis otomatis dikenal banyak orang. Begitu juga dengan pelayanan yang baik. Jika calon pelanggan tidak mengetahui keberadaan bisnis Anda, peluang terjadinya penjualan tentu menjadi lebih kecil.
Dahulu, sebuah usaha mungkin cukup mengandalkan lokasi strategis, rekomendasi dari pelanggan, spanduk, brosur, atau jaringan relasi. Cara tersebut masih relevan hingga sekarang, tetapi perilaku konsumen sudah banyak berubah.
Sebelum membeli produk atau menggunakan sebuah layanan, banyak orang mencari informasi melalui internet terlebih dahulu. Mereka membuka mesin pencari, melihat media sosial, membaca ulasan, membandingkan harga, hingga memeriksa apakah sebuah bisnis terlihat aktif dan dapat dipercaya.
Artinya, keberadaan bisnis di dunia digital bukan lagi sekadar pelengkap.
Bagi banyak jenis usaha, pemasaran online sudah menjadi bagian penting dari proses mendapatkan dan mempertahankan pelanggan.
Namun, tidak semua bisnis harus langsung menggunakan seluruh saluran digital sekaligus. Anda tidak harus membuat akun di semua media sosial, menjalankan iklan dengan anggaran besar, membuat puluhan konten setiap hari, dan menggunakan berbagai software pemasaran dalam waktu bersamaan.
Hal yang lebih penting adalah memahami kondisi bisnis terlebih dahulu.
Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang sekarang digunakan mungkin sudah tidak cukup dan bisnis mulai perlu memperkuat pemasaran online.
Penjualan Mulai Sulit Bertumbuh
Salah satu tanda yang cukup mudah terlihat adalah penjualan yang mulai stagnan.
Bisnis mungkin masih mendapatkan pelanggan, tetapi jumlahnya tidak banyak berubah dari bulan ke bulan.
Pada kondisi seperti ini, jangan langsung menyimpulkan bahwa produk sudah tidak menarik.
Bisa jadi masalahnya adalah jangkauan pemasaran yang terlalu terbatas.
Misalnya selama ini pelanggan hanya berasal dari lingkungan sekitar toko atau rekomendasi pelanggan lama. Cara tersebut dapat bekerja dengan baik, tetapi jumlah orang yang dapat dijangkau memiliki batas.
Pemasaran online membuka kemungkinan menjangkau calon pelanggan yang sebelumnya belum mengenal bisnis Anda.
Melalui website, media sosial, mesin pencari, marketplace, atau iklan digital, informasi mengenai bisnis dapat ditemukan oleh lebih banyak orang.
Tentu saja, memperluas jangkauan tidak otomatis menghasilkan penjualan.
Namun, semakin banyak calon pelanggan yang relevan mengetahui bisnis Anda, semakin besar peluang untuk membangun pertumbuhan baru.
Bisnis Terlalu Bergantung pada Pelanggan Lama
Pelanggan lama sangat berharga.
Mereka sudah mengenal produk, memiliki pengalaman dengan bisnis, dan biasanya membutuhkan biaya pemasaran yang lebih rendah dibandingkan mendapatkan pelanggan baru.
Namun, perusahaan juga tidak sebaiknya hanya bergantung pada pelanggan lama.
Pelanggan dapat berubah.
Kebutuhan mereka dapat berkurang, pindah ke daerah lain, beralih ke produk berbeda, atau menggunakan kompetitor.
Jika bisnis tidak memiliki aliran pelanggan baru, penjualan dapat perlahan menurun.
Cobalah melihat sumber pelanggan selama beberapa bulan terakhir.
Jika sebagian besar transaksi selalu berasal dari orang yang sama dan jumlah pelanggan baru sangat sedikit, mungkin sudah waktunya memperluas aktivitas pemasaran.
Pemasaran online dapat digunakan untuk memperkenalkan bisnis kepada audiens baru tanpa meninggalkan pelanggan yang sudah ada.
Calon Pelanggan Sulit Menemukan Bisnis Anda di Internet
Cobalah berpikir seperti calon pelanggan.
Jika seseorang mendengar nama bisnis Anda dari teman kemudian mencarinya di internet, apa yang akan mereka temukan?
Apakah ada website?
Apakah akun media sosial masih aktif?
Apakah informasi produk tersedia?
Apakah nomor kontak mudah ditemukan?
Apakah terdapat ulasan atau informasi yang dapat meningkatkan kepercayaan?
Jika hampir tidak ada informasi, calon pelanggan mungkin merasa ragu.
Bukan berarti setiap bisnis wajib memiliki website yang kompleks. Namun, setidaknya calon pelanggan sebaiknya dapat menemukan informasi dasar dengan mudah.
Beberapa informasi yang sebaiknya tersedia antara lain:
- Nama dan identitas bisnis.
- Produk atau layanan yang ditawarkan.
- Cara melakukan pemesanan.
- Kontak yang dapat dihubungi.
- Area pelayanan jika relevan.
- Jam operasional.
- Informasi pendukung yang dapat meningkatkan kepercayaan.
Keberadaan digital membantu calon pelanggan melakukan verifikasi sebelum menghubungi Anda.
Kompetitor Terlihat Jauh Lebih Aktif Secara Digital
Melihat kompetitor bukan berarti harus meniru seluruh strategi mereka.
Namun, aktivitas kompetitor dapat menjadi indikator perubahan pasar.
Jika bisnis sejenis mulai aktif membuat konten, menjalankan iklan, mengoptimalkan website, menggunakan marketplace, atau membangun komunitas digital, kemungkinan mereka melihat adanya peluang dari kanal tersebut.
Perhatikan bagaimana mereka berkomunikasi.
Apa yang mereka tawarkan?
Konten seperti apa yang mendapatkan respons?
Bagaimana pelanggan berinteraksi?
Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi.
Namun, jangan sekadar menyalin.
Tujuan analisis kompetitor adalah memahami standar pasar dan menemukan ruang yang dapat Anda isi dengan pendekatan berbeda.
Media Sosial Bisnis Sudah Lama Tidak Aktif
Tidak semua bisnis membutuhkan aktivitas media sosial setiap hari.
Namun, akun yang sudah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun tidak diperbarui dapat memberikan kesan tertentu.
Calon pelanggan mungkin bertanya apakah bisnis masih beroperasi.
Terutama jika media sosial menjadi salah satu hasil pertama ketika nama perusahaan dicari.
Anda tidak perlu memaksakan membuat konten setiap hari.
Lebih baik memiliki jadwal yang realistis dan konsisten.
Misalnya dua atau tiga unggahan setiap minggu dengan informasi yang benar-benar relevan.
Konten dapat berisi edukasi, produk, pengalaman pelanggan, proses di balik bisnis, pertanyaan yang sering diajukan, hingga informasi terbaru perusahaan.
Dengan demikian, media sosial tidak hanya menjadi katalog penjualan.
Promosi Masih Dilakukan Secara Acak
Tanda lain bahwa pemasaran online perlu diperkuat adalah ketika promosi masih dilakukan tanpa rencana.
Hari ini membuat posting karena sedang ingat.
Kemudian dua minggu tidak ada aktivitas.
Setelah penjualan turun, baru menjalankan iklan.
Ketika penjualan meningkat sedikit, aktivitas pemasaran kembali berhenti.
Pola seperti ini membuat hasil pemasaran sulit dievaluasi.
Bisnis tidak mengetahui strategi mana yang sebenarnya bekerja.
Pemasaran yang lebih terstruktur dapat dimulai dengan beberapa hal sederhana:
- Menentukan target pelanggan.
- Memilih kanal pemasaran utama.
- Membuat jadwal konten.
- Menentukan anggaran.
- Mencatat jumlah calon pelanggan yang masuk.
- Mengukur penjualan dari setiap kanal.
- Melakukan evaluasi secara berkala.
Tidak perlu membuat strategi yang terlalu rumit.
Yang penting, pemasaran dilakukan dengan tujuan yang jelas.
Bisnis Hanya Mengandalkan Rekomendasi dari Mulut ke Mulut
Word of mouth merupakan salah satu bentuk pemasaran yang sangat kuat.
Rekomendasi dari orang yang dipercaya biasanya memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Namun, rekomendasi sulit dikontrol.
Anda tidak mengetahui kapan seseorang akan merekomendasikan bisnis dan kepada siapa rekomendasi tersebut diberikan.
Karena itu, pemasaran online dapat digunakan untuk mendukung word of mouth.
Misalnya seseorang mendapatkan rekomendasi mengenai bisnis Anda dari temannya.
Kemudian ia mencari nama bisnis tersebut di Google atau Instagram.
Jika menemukan informasi yang lengkap, konten yang relevan, dan ulasan positif, rekomendasi tadi menjadi semakin kuat.
Dengan kata lain, pemasaran digital tidak selalu menggantikan pemasaran dari mulut ke mulut.
Keduanya justru dapat saling mendukung.
Banyak Orang Bertanya Hal yang Sama
Jika customer service terus mendapatkan pertanyaan yang sama, sebenarnya terdapat peluang membuat konten.
Misalnya pelanggan sering bertanya mengenai harga, cara pemesanan, cara penggunaan, garansi, proses pengiriman, atau perbedaan antarproduk.
Pertanyaan tersebut dapat dijadikan artikel, video, FAQ, atau posting media sosial.
Dengan begitu, calon pelanggan dapat memperoleh informasi sebelum menghubungi tim.
Beberapa manfaat pendekatan ini antara lain:
- Mengurangi pertanyaan berulang.
- Membantu pelanggan memahami produk.
- Membuat proses penjualan lebih cepat.
- Menunjukkan keahlian bisnis.
- Menambah materi pemasaran.
- Membantu calon pelanggan mengambil keputusan.
Konten yang baik tidak harus selalu berbicara mengenai promosi.
Menjawab masalah pelanggan sering kali justru lebih efektif.
Biaya Mendapatkan Pelanggan Baru Semakin Tinggi
Ketika bisnis hanya menggunakan satu sumber pemasaran, risikonya cukup besar.
Misalnya seluruh pelanggan berasal dari iklan berbayar.
Jika biaya iklan meningkat, biaya mendapatkan pelanggan ikut naik.
Karena itu, pemasaran online sebaiknya tidak hanya bergantung pada satu kanal.
Bisnis dapat membangun beberapa sumber secara bertahap.
Iklan dapat digunakan untuk mendapatkan jangkauan cepat.
SEO dapat membantu membangun trafik jangka panjang.
Media sosial dapat digunakan untuk membangun hubungan.
Email atau WhatsApp dapat membantu menjaga komunikasi dengan pelanggan.
Tidak harus menjalankan semuanya sekaligus.
Mulailah dari kanal yang paling sesuai dengan karakter pelanggan.
Banyak Pengunjung tetapi Sedikit yang Membeli
Ada juga bisnis yang sebenarnya sudah memiliki aktivitas online cukup tinggi.
Website ramai.
Media sosial memiliki banyak pengikut.
Video mendapatkan banyak views.
Namun, penjualan tetap rendah.
Kondisi ini juga menjadi tanda bahwa pemasaran online perlu diperkuat, tetapi bukan selalu dengan menambah jumlah konten.
Masalahnya mungkin berada pada proses konversi.
Apakah calon pelanggan memahami produk?
Apakah harga mudah ditemukan?
Apakah cara membeli jelas?
Apakah terdapat bukti yang membuat pelanggan percaya?
Apakah proses checkout terlalu panjang?
Apakah customer service lambat merespons?
Pemasaran bukan hanya tentang mendatangkan perhatian.
Perjalanan calon pelanggan dari pertama kali mengenal bisnis hingga melakukan transaksi juga perlu diperhatikan.
Brand Bisnis Sulit Dibedakan dari Kompetitor
Jika calon pelanggan melihat bisnis Anda dan kompetitor tetapi tidak menemukan perbedaan yang jelas, keputusan akhirnya sering kembali pada harga.
Ini dapat membuat bisnis terjebak dalam persaingan harga.
Pemasaran online dapat digunakan untuk memperkuat positioning.
Anda dapat menjelaskan apa yang membuat bisnis berbeda.
Mungkin dari kualitas pelayanan, kecepatan, pengalaman, spesialisasi produk, kemudahan penggunaan, jangkauan layanan, atau keunggulan lainnya.
Namun, jangan hanya membuat klaim.
Tunjukkan melalui konten.
Jika mengatakan pelayanan cepat, tunjukkan bagaimana prosesnya.
Jika mengatakan berpengalaman, bagikan pengetahuan.
Jika mengatakan memahami kebutuhan pelanggan, buat konten yang menjawab masalah mereka.
Brand yang kuat dibangun dari komunikasi yang konsisten.
Bisnis Ingin Menjangkau Pasar yang Lebih Luas
Pemasaran offline sering memiliki keterbatasan geografis.
Sebuah toko biasanya lebih mudah menjangkau orang yang tinggal di sekitar lokasi.
Namun, jika produk dapat dikirim atau layanan dapat diberikan secara online, pasar sebenarnya bisa jauh lebih luas.
Inilah salah satu kekuatan pemasaran digital.
Bisnis dapat menargetkan calon pelanggan berdasarkan lokasi, minat, kebutuhan, hingga kata kunci tertentu.
Misalnya usaha yang sebelumnya hanya dikenal di satu kota dapat mulai menjangkau pelanggan dari kota lain.
Namun, sebelum memperluas pemasaran, pastikan operasional siap.
Jangan sampai pemasaran berhasil mendatangkan banyak pesanan tetapi bisnis tidak mampu melayaninya.
Tim Sales Membutuhkan Lebih Banyak Calon Pelanggan
Untuk bisnis B2B, pemasaran online dapat membantu tim sales mendapatkan calon pelanggan.
Sales tidak harus selalu mencari prospek dari nol.
Konten, website, iklan, webinar, atau berbagai aktivitas digital dapat membantu menarik orang yang memang sedang memiliki kebutuhan.
Ketika calon pelanggan sudah membaca informasi mengenai produk sebelum berbicara dengan sales, proses komunikasi dapat menjadi lebih efektif.
Mereka sudah memiliki pemahaman dasar.
Tim sales kemudian dapat lebih fokus menggali kebutuhan dan menawarkan solusi.
Kolaborasi antara marketing dan sales seperti ini dapat membantu proses pertumbuhan bisnis.
Anda Tidak Mengetahui Dari Mana Pelanggan Berasal
Jika ditanya, “Pelanggan bulan ini datang dari mana?” apakah Anda dapat menjawabnya?
Jika tidak, pemasaran mungkin perlu mulai dikelola menggunakan data.
Setidaknya bisnis perlu mengetahui beberapa sumber utama.
Misalnya dari Google, Instagram, TikTok, marketplace, iklan, referral, atau sales.
Informasi tersebut membantu menentukan prioritas.
Jika ternyata banyak pelanggan datang dari pencarian Google, bisnis dapat memperkuat SEO.
Jika media sosial menghasilkan banyak pertanyaan tetapi sedikit transaksi, Anda dapat mengevaluasi kualitas calon pelanggan atau proses penjualannya.
Data membuat keputusan pemasaran menjadi lebih objektif.
Konten Sudah Ada tetapi Tidak Memiliki Arah
Membuat banyak konten belum tentu berarti pemasaran sudah kuat.
Jika seluruh konten dibuat hanya untuk mengejar tren tanpa hubungan dengan bisnis, jumlah views mungkin tinggi tetapi dampaknya terhadap bisnis kecil.
Karena itu, setiap konten sebaiknya memiliki tujuan.
Ada konten untuk meningkatkan awareness.
Ada konten untuk memberikan edukasi.
Ada konten untuk membangun kepercayaan.
Ada pula konten yang memang dibuat untuk mendorong penjualan.
Kombinasi tersebut membuat strategi menjadi lebih seimbang.
Tidak setiap posting harus menghasilkan transaksi langsung.
Beberapa konten berfungsi memperkenalkan bisnis agar calon pelanggan mengingat brand ketika suatu saat membutuhkan produk Anda.
Mulai Memperkuat Pemasaran Online Secara Bertahap
Ketika melihat berbagai tanda di atas, Anda tidak harus langsung mengubah seluruh strategi pemasaran.
Mulailah dari hal yang paling dibutuhkan.
Jika bisnis sulit ditemukan di internet, rapikan terlebih dahulu keberadaan digital.
Jika media sosial tidak aktif, mulai buat jadwal konten yang realistis.
Jika website sudah memiliki pengunjung tetapi penjualan rendah, perbaiki halaman produk dan proses konversi.
Jika seluruh penjualan bergantung pada iklan, mulai bangun kanal organik.
Jika tidak mengetahui sumber pelanggan, mulai melakukan pencatatan.
Pemasaran online yang baik tidak selalu membutuhkan anggaran besar.
Yang dibutuhkan adalah konsistensi, pemahaman terhadap pelanggan, pesan yang jelas, serta kemampuan mengevaluasi hasil.
Jadikan Pemasaran Online sebagai Bagian dari Pertumbuhan Bisnis
Memperkuat pemasaran online bukan berarti meninggalkan cara pemasaran yang selama ini sudah berhasil.
Jika rekomendasi pelanggan efektif, pertahankan.
Jika sales lapangan menghasilkan banyak transaksi, lanjutkan.
Jika jaringan relasi menjadi sumber pelanggan utama, tetap jaga hubungan tersebut.
Pemasaran digital dapat digunakan untuk memperkuat semua aktivitas itu.
Calon pelanggan yang mendapatkan rekomendasi dapat mencari informasi bisnis secara online. Tim sales dapat mengarahkan prospek ke website untuk mempelajari produk. Pelanggan lama dapat mengikuti media sosial untuk mengetahui layanan terbaru.
Dengan demikian, setiap kanal saling mendukung.
Tanda bahwa bisnis perlu memperkuat pemasaran online biasanya mulai terlihat ketika pertumbuhan pelanggan melambat, bisnis sulit ditemukan di internet, kompetitor semakin aktif, promosi tidak konsisten, atau perusahaan terlalu bergantung pada satu sumber pelanggan.
Jangan menunggu penjualan turun drastis untuk mulai memperbaikinya.
Bangun pemasaran secara bertahap ketika bisnis masih berada dalam kondisi yang sehat.
Kenali siapa pelanggan Anda, pahami masalah yang mereka hadapi, kemudian hadirkan informasi yang membantu mereka menemukan solusi.
Gunakan konten untuk membangun kepercayaan, iklan untuk memperluas jangkauan ketika diperlukan, dan data untuk mengetahui strategi mana yang memberikan hasil.
Pada akhirnya, pemasaran online bukan sekadar tentang memiliki akun media sosial atau menjalankan iklan.
Pemasaran online adalah cara membuat bisnis lebih mudah ditemukan, dipahami, dan dipercaya oleh calon pelanggan.
Ketika dilakukan secara konsisten dan terukur, pemasaran tidak lagi hanya menjadi aktivitas yang dilakukan ketika penjualan menurun. Pemasaran dapat menjadi bagian dari sistem pertumbuhan bisnis yang terus bekerja untuk memperkenalkan brand, membangun hubungan, dan membuka peluang mendapatkan pelanggan baru.



